PUYER

 OBAT PUYER

A.    PENGERTIAN PUYER

Puyer merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi (selain sirup, tablet, cream, dsb) yang terdiri atas dua atau lebih campuran homogen obat yang digerus yang dibagi dalam bobotkurang lebih sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas.Awal mula terjadinya polemik adalah adanya fakta bahwa selama ini puyer cenderung lebih banyak memiliki sisi negatif dibanding positifnya. Beberapa sisi negative yang disorotantara lain karena puyer merupakan wujud pengobatan tidak rasional, rentan sebagai mediapolifarmasi, pembuatannya tidak sesuai dengan CPOB dan sebagainya. Namun, sepanjangdokter memegang teguh prinsip pengobatan yang rasional dan apoteker menerapkan dalam menjalankan profesinya maka sisi negative puyer tidak akan muncul.Maka dari itu melarang peresepan puyer bukanlah tindakan bijaksana jika dokterpenulis resep tidak mengubah kebiasaan meresepkan obat secara tidak rasional dan apotekertidak menerapkan good pharmacy practise. Bagaimanapun, sebagai bentuk sediaan yangsifatnya darurat, puyer masih diperlukan agar tujuan pengobatan tercapai. Bila mengacu pada apoteker - atas permintaaan dokter melalui resep -bertanggungjawab penuh dalam proses pembuatan/peracikan puyer dan mengeluarkan jaminan terhadap kualitas termasuk stabilitasnya sehingga aman dikonsumsi oleh pasien.Dalam konteks ini apoteker berkewajiban untuk melakukan screening resepagar kemungkinanadanya ketidakrasionalan penggunaan, polifarmasi maupun interaksi obat dapat diminimalkan.Namun dalam prakteknya kerap terjadi penyimpangan. Apoteker tidak selalu berada di apotek atau dokter melakukan dispensing obat langsung kepada pasien meski ditengahkerumunan apotek. Ketidakhadiran apoteker di apotek menyebabkan tidak terselenggaranya secara optimal dan dokter yang melakukan pekerjaan kefarmasian(dipensing) luput dari mekanisme kontrol yang seharusnya tidak boleh terlewatkan dalamproses pengobatan.Polemik tentang puyer hanya sebuah permukaan dari gunung es. Ruang lingkuppekerjaan kefarmasian demikian luas dan selama ini banyak pihak yang tidak kompetenmelakukannya. Sebut saja misalnya penjualan obat daftar G di toko obat, dokter dispensingdiluar ketentuan, pencampuran bahan kimia obat dalam jamu dan masih banyak lagi lainnya.

 

B.     MERACIK/ MEMBUAT OBAT PUYER

Obat puyer sebenarnya sama halnya dengan obat pada umumnya, namun obat puyer sudah dalam bentuk dihaluskan atau dihancurkan. Biasanya anak - anak yang sulit menelan obat akan diberikan jenis obat puyer untuk memudahkan mengkonsumsinya. Jenis obat puyer banyak digunakan untuk anak - anak atau balita karena lebih mudah diminum dan diserap oleh anak atau balita. Obat yang sudah dihancurkan dalam bentuk bubuk tentu akan lebih mudah larut dan diserap tubuh dibandingkan obat yang masih dalam bentuk tablet. Hal ini juga akan memudahkan para orang tua untuk memberikan obat pada anaknya, terlebih lagi bila obat yang harus diberikan dalam jumlah banyak.

Cara Meracik Obat Puyer :

Alat penumbuk obat mortir yang digunakan untuk menumbuk dan menggerus obat yang dijadikan puyer. Alat penumbuk berbentuk seperti mangkok dengan ukuran kecil berwarna putih yang terbuat dari porselen. Alat racikan obat mortir ini juga sangat mudah digunakan dan dibersihkan dari sisa - sisa obat yang dihancurkan.

1.      Siapkan obat dan alat seperti mortir,sendok,kertas perkamen

2.      Masukkan obat sesuai resep yang telah dokter berikan ke dalam mortir

3.      Tumbuk obat hingga halus

4.      Taruh obat kedalam kertas perkamen yang telah di lipat

5.      Terakhir lipat kertas perkamen yang sudah diberi obat

6.      Kemudian taruh obat yang telah di lipat tadi kedalam plastik

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melipat puyer :

1.   Dua lipatan kecil yang dibuat, harus selalu berada di atas.

2.   Bagian yang akan masuk ke lubang harus ujung bagian kanan, hal ini dilakukan sebagai penyesuaian dalam hal pembukaan puyer oleh pasien yang mayoritas tidak bertangan kidal

3.   Ukuran tiap lipatan puyer yang dibuat harus sama, tidak boleh ada yang satu besar atau yang lainnya lebih kecil

Hal-hal kecil seperti ini jangan disepelekan :

1.    Tidak boleh membuat lipatan kecil di ujung bagian kanan (dalam hal ini, biasanya mahasiswa berusaha untuk memudahkan ujung kanannya dimasukkan).

2.    Akan lebih baik, apabila sejak awal sudah melipat bagian kanannya menjadi sedikit lebih lebar dibandingkan bagian kirinya, agar ketika lipatan bagian kanannya akan dimasukkan  sudah lebih kecil dari lubang ujung bagian kiri.

C.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN OBAT PUYER

1.   Kelebihan :

a.    Dosis puyer lebih sesuai untuk dosis individual karena pada umumnya pada anak-anak dosis obat dihitung berdasarkan berat badan, padahal pada sediaan sirup yang beredar di pasaran pada umumnya dosis ditulis berdasarkan usia dan ini kurang tepat pada anak yang berat badannya tidak normal (gizi kurang/buruk dan obese).

b.    Sediaan puyer lebih praktis karena dapat digunakan untuk racikan obat kombinasi.

c.    Sediaan puyer relatif lebih stabil dalam penyimpanan dibandingkan sediaan sirup.

d.   Harga puyer lebih murah dibandingkan sediaan sirup/sirup kombinasi dengan komposisi yang sebanding.

2.    Kerugian :

a.    Tidak sesuai untuk obat yang bersifat sangat higroskopis, deliquescent, campuran eutetik, atau zat yang mudah menguap.

b.    Tidak sesuai untuk obat yang rasanya tidak enak (pahit, asin).

c.    Tidak bisa dipuyer untuk sediaan dengan formulasi khusus (tablet salut enterik, effervescent, lepas lambat/sustained released, tablet kunyah dll).

d.   Senyawa yang bersifat ester atau kapsul yang berisi granul, hati-hati jika dipuyer (tablet yang berisi senyawa ester digerus pelan supaya tidak terurai, granul tidak boleh digerus hanya dicampur ad homogen saja).

e.    Tidak bisa untuk sediaan yang bahan bakunya berbentuk cair atau sediaan obat padat yang mengandung sedikit cairan.

D.    MACAM – MACAM SISI NEGATIF DARI PUYER

Berikut ini adalah sejumlah sisi negatif dan bahaya puyer :

1.      Bentuk pengobatan tidak rasional

2.      Tidak sesuai dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)

3.      Rentan Polifarmasi

4.      Proses peracikan tidak higienis

5.      Potensi Human Error sangat besar

6.      Stabilitas obat terganggu

7.      Sejumlah jenis obat mudah rusak jika digerus

8.      Kemungkinan terjadi toksid atau jamur

9.      Ketepatan takaran diragukan

10.  Sebagian bubuk terbuang

11.  Resiko kontaminasi tinggi

Dengan mendudukkan masalah pada proporsi yang semestinya, polemik tentang puyer menyadarkan kita bahwa pekerjaan kefarmasian memang perlu diatur lebih kongkrit.

 

referensi : 

https://www.scribd.com/doc/170849465/Puyer-Serbuk-Oral

https://learningenglishcomics.blogspot.com/2019/11/cara-meracik-obat-puyer.html

http://nindyapd28.blogspot.com/2017/11/cara-melipat-puyer-menggunakan-kertas.html

http://nurulfajrymaulida.blogspot.com/2012/01/cara-melipat-puyer-menggunakan-kertas.html

http://myblogandidesy.blogspot.com/2015/05/kelebihan-dan-kekurangan.html


Komentar

Posting Komentar