SISTEM ENDOKRIN

 

ANATOMI & FISIOLOGI

SISTEM ENDOKRIN

A.    PENGERTIAN

Endokrin berasal dari bahasa Yunani yang artinya “sekresi kedlm”. Organ endokrin yaitu kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu. Sekresi yang dihasilkan tidak melalui suatu saluran tetap langsung masuk ke dlm darah. Hasil sekresi endokrin disebut dengan hormon yang juga berasal dari bahasa Yunani yang artinya “merangsang”. Hormon = Senyawa yg disintesis oleh kelenjar spesifik , disekresi langsung ke dalam darah, mempengaruhi organ target (sasaran).

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

B.   Faktor Risiko Gangguan Sistem Endokrin

Ada banyak faktor risiko yang membuat seseorang mengalami gangguan endokrin, yaitu:

·         Meningkatnya kadar kolesterol.

·         Riwayat keluarga dengan gangguan endokrin.

·         Inaktivitas.

·         Riwayat penyakit terhadap gangguan autoimun.

·         Pola makan yang tidak baik.

·         Kehamilan (pada kasus seperti hipotiroidisme).

·         Operasi, trauma, infeksi, atau cedera serius yang baru saja terjadi.

C.    Penyebab Gangguan Sistem Endokrin

Gangguan endokrin biasanya dikelompokkan dalam dua kategori, meliputi:

·         Kelenjar menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon endokrin yang disebut ketidakseimbangan hormon.

·         Pembentukan luka (seperti bintil atau tumor) pada sistem endokrin yang dapat atau tidak memengaruhi kadar hormon.

D.    MACAM – MACAM ORGAN PADA ENDOKRIN :

ü  Kelenjar hipofisis

Ø  Letak di dasar tengkorak, di dlm fossa hipofisis tulang sfenoid. Terdiri dr 2 lobus, yaitu anterior & posterior. Bagian diantara lobus disebut pars intermedia. Kerja diatur oleh hipothalamus.

ü  Kelenjar tiroid

Ø  Kelenjar tiroid Letak di sebelah kanan & kiri trakhea serta diikat bersama oleh secarik jaringan tiroid yg disebut istmus tiroid yg melintasi trakhea disebelah depannya. Terdiri dari 2 lobus yaitu kanan dan kiri. Terdiri atas sejumlah besar vesikel yg dibatasi oleh epitelium silinder. Mengeluarkan sekret cairan yg bersifat lekat yaitu koloida tiroid yg mengandung yodium dan disebut hormon tiroxin. Sekresi tiroid diatur oleh hormon tirotropik dari lobus anterior kelenjar hipofise.

Ø  Fungsi :

·         Erat kaitannya dgn kegiatan metabolisme dlm hal pengaturan susunan kimia dlm jaringan.

·         Perangsang proses oksidasi.

·         Mengatur p’gunaan oksigen.

·         Mengatur pengeluaran karbon dioksida.

Ø  Hiposekresi (hipotiroidisme) :

Pd bayi mengakibatkan kretinisme, yaitu hambatan pertumbuhan mental & fisik. Pd org dewasa m’akibatkan mixudema, yaitu proses metabolisme mundur & t’dpt kecenderungan utk b’tambah berat, gerakan lambat, cara berfikir & bicara lamban, kulit mjd tebal & kering, rambut rontok, suhu tubuh dibwh normal & denyut nadi lambat.

Ø  Hipersekresi (hipertiroidisme) : Gejala kebalikan dari hipotiroidisme.

ü  Kelenjar paratiroid

Ø  Letak disetiap sisi kelenjar tiroid. Sekresi, yaitu hormon paratiroid.

Ø  Fungsi : mengatur metabolisme zat kapur & mengendalikan jumlah zat kapur di dalam darah & tulang.


 

Ø  Hiposekresi (hipoparatiroidisme) :

Terjadi kekurangan kalsium di dalam darah (hipokalsemia) mengakibatkan keadaan tetani dgn gejala khas kejang & konvulsi, khususnya pada tangan & kaki.

Ø  Hipersekresi (hiperparatiroidisme) :

Kalsium dikeluarkan dr tulang & dimasukkan kembali kedlm darah, shg terjadi penyakit tulang dengan gejala keropos tulang.

Pada ginjal dpt menyebabkan batu & kegagalan ginjal krn pengendapan kalsium.

ü  Kelenjar suprarenal (Ginjal)

Ø  Disebut jg kelenjar adrenal yg terletak di atas kutub sblh atas setiap ginjal. Terdiri dari 2 bagian : korteks (bag luar) dan medula (bag dalam). Medula mensekresikan katekolamin. Kortex mensekresikan kortikosteroid.

ü  Kelenjar timus

Ø  Terletak di dlm thorax (rongga dada), berwarna kemerah2an & tdr dr 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil, dgn berat 10 gr. Ukurannya bertambah pada saat remaja dengan berat kira – kira 30 – 40 gr dan mengerut lagi pada usia dewasa.

Ø  Fungsinya blm diketahui scr pasti, tetapi diduga ada hubungannya dgn  produksi antibodi.

ü  Kelenjar Pinealis

Ø  Berbentuk kecil merah spt buah cemara.

Ø  Terletak dekat korpus kalosum pd hemisfer otak.

Ø  Fungsinya belum diketahui.

ü  Pulau Langerhans (pankreas)

Ø  Pankreas terletak dalam rongga abdomen (perut) bagian atas yang memiliki 2 fungsi, yaitu fungsi eksokrin dan fungsi endokrin. Pulau – pulau langerhans merupakan kumpulan sel-sel yg terbenam dlm jaringan pankreas. Kepualauan langerhans memiliki fungsi endokrin pada pankreas.

Ø  Kumpulan sel-sel pada pulau langerhans terdiri dr sel alfa, sel beta dan sel delta.

Ø  Sel alfa mensekresi hormon glukagon.

Fungsi hormon glukagon adalah menaikkan kadar glukosa darah melalui pemecahan glikogen menjadi glukosa di dlm hati (glikogenolisis). Glukagon disekresi oleh pankreas sbg respons thd penurunan kadar kadar glukosa darah.

Ø  Sel beta mensekresi hormon insulin.

Fungsi insulin adalah menurunkan kadar glukosa darah melalui proses pemecahan glukosa menjadi glikogen (glikolisis) & disimpan dlm hati, otot & jaringan lain sbg cadangan energi.

Insulin juga meningkatkan penyimpanan lemak dlm jaringan adiposa & sintesis protein dlm berbagai jaringan tubuh.

Ø  Sel delta mensekresi hormon somatostatin.

Somatostatin menimbulkan efek hipoglikemik dgn menghambat pelepasan hormon pertumbuhan dari hipofisis dan glukagon dari pankreas.

ü  Testis

Ø  Bagian dari organ kelamin pria Terletak didalam sebuah kantung yg disebut dgn skrotum.

Ø  Fungsi testis adlh tempat spermatozoa dihasilkan dan memproduksi hormon2 kelamin pria, yaitu testosteron.

Ø  Testosteron disekresi oleh sel interstisiil yaitu sel2 yg terletak didlm ruang antara tubula2 seminiferus testis.

Ø  Fungsi utk pengembangan sifat2 kelamin sekunder pria dan m’berikan sifat2 fisik dan mental seorang pria.

ü  Ovarium

Ø  Merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita yg jg memiliki fungsi endokrin. Terdapat 2 buah yg terletak pada sisi kiri & kanan uterus, dibawah tuba falopii. Ovarium berisi sjlh besar ovum (sel telur) yg blm matang.

Ø  Hormon yg dihasilkan adlh estrogen & progesteron yg dikendalikan oleh hormon2 gonadotropik dr kelenjar hipofisis anterior.

Ø  Hormon Progesteron Disekresi oleh korpus luteum.

Fungsi melanjutkan kerja estrogen, yaitu menyebabkan dinding uterus bag. Dalam (endometrium) menebal, lembut dan siap utk menerima ovum yg telah dibuahi. Progesteron menghambat menstruasi. Terjadinnya menstruasi disebabkan krn degenerasi korpus luteum yg menyebabkan kadar progesteron dlm darah menurun.

Ø  Hormon Estrogen :

Dikeluarkan oleh ovarium dr mulai masa anak2 sampai menopause. Hormon ini dinamakan jg hormon folikuler krn terus dihasilkan olh sjlh besar folikel ovarium. Estrogen penting utk perkembangan organ kelamin wanita dan sifat - sifat kelamin sekunder. Estrogen juga mempertahankan sifat- sifat fisik dan mental kewanitaan.

E.     PENYAKIT YANG DAPAT MENYERANG SISTEM ENDOKRIN

Kelainan hormon dapat terjadi pada manusia karena adanya hipersekresi ataupun hiposekresi pada kelenjar-kelenjar dalam sistem endokrin.

Kelainan karena hipersekresi pada…

·         Kelenjar hipofisis: gigantisme.

·         Kelenjar tiroid: kemunduran fisik dan mental.

·         Kelenjar paratiroid: kelainan tulang (rapuh).

·         Kelenjar adrenal: virilisme.

Kelainan karena hiposekresi pada…

·         Kelenjar hipofisis: kekerdilan.

·         Kelenjar tiroid: obesitas.

·         Kelenjar paratiroid: kejang-kejang otot.

·         Kelenjar adrenal: penyakit addison.

·         Kelenjar pankreas, hormon insulin: penyakit kencing manis (diabetes mellitus).

·         Kelenjar gonad pada wanita: gangguan menstruasi.

Referensi :

https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-sistem-endokrin

https://www.gurupendidikan.co.id/sistem-endokrin/

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/sistem-endokrin-biologi-kelas-11/

 

Komentar

Posting Komentar